Sabtu, 31 Agustus 2024

KONEKSI ANTAR MATERI Modul 2.1

10 minggu pembelajaran dalam pendidikian guru pengerak ini di jalani.

Saat ini kami telah sampai pada materi pembelajaran berdiferensiasi. Seperti amanah Ki Hadjar Dewantara pendidikan itu haruslah menuntun murid sesuai kodrat dan zamannya. Kodrat yang dimaksud di sini adalah sisi pribadi sang murid yang bisa jadi bawaan lahirnya, pola dan kebiasaaannya, minat dan bakatnya, kemampuan lahiriyah yang menjadi penunjang kegiatannya dalam menerima proses pembelajaran. 

Lebih dikerucutkan lagi pada tiga hal unik karateristik murid dalam proses pembelajaran yaitu kesiapan, minat, dan gaya belajar mereka sehingga dari sinilah berangkatnya pembelajaran berdiferensiasi yang di kembangkan oleh kementrian pendidikan untuk di sosialisasikan dan dilaksanakan dalam proses pembelajaran di sekolah-sekolah agar terciptanya suatu kurikulum yang fkesibel menampung semua kebutuhan murid untuk mengakomidir semua keunikan mereka dalam menjalani proses pembelajaran.

Menditeksi keberagaman kareteristik murid sebagai langkah awal sebelu melaksanankan pembelajaran berdifernansiasi yng harus kita kenali yaitu

1. Latar belakang keluarga murid : dengan mengetahui latar belakang keluarga murid dari daerah mana, seperti apa pola asuhnya, kebiasan-kebiasaan apa pada lingkungan keluarganya, membantu kita memetakan sang murid untuk menemukan solusi pendekatan seperti apa yang cocok dan baik untuk dirinya.

2. Kemampuan memahami bahasa dikelas : pada tingkat dasar mungkin anak masih terbawa bahasa ibu sehingga masih kurang peka terhadap bahasa pengantar yang ada di sekolah, jadi seorang pendidik mulai memahami laku dan kebiasaan sang murid dan menemukan solusi agar perlahan ia dapat menerima bahas pengantar yang diterapkan tanpa meresakan keterpaksaan.

3. Kemampuan menguasai keterampulan yang diajarkan : setiap murid memiliki kemampuan berbeda-beda dalam menguasai suatu ilmu ada yang cepat ada yang lambat, tergantung kecerdasan alami yang mereka miliki peran kita menuntun mereka sebaik-baiknya.

4. Keterampilan dan Minat Dasar : disini peran kita memenuhi keberagaman ini dengan keberagaman variasi dalam pola pengajaran untuk mengakomodir setiap bakat dan minat agar tujuan pembelajaran kita dapat tercapai. kita juga dapat meberikan ruang kepercayaan dan kebebasan untuk mereka memilih porses pembelajaran dengan penuh tanggung jawab.

5. Kesulitan-kesulitan tertentu dalam belajar : hal ini juga harus menjadi perhatian kita agar kita dapat membrikan tuntunan terbaik buat mereka memecahkan masalah yang dihadapainya

Diferensiasi merupakan sebuah filosofi-cara berpikir tentang belajar mengajar ia adalah seperangkat perinsip yang digunakan dalam proses pembelajaran. praktik pembelajaran diferensiasi yang baik memerlukan guru yang tebiasa memperhatikan praktik-praktik di kelas mereka dan menerapkan hasil dari proses mencoba, refleksi, dan kemudian melakukan perubahan-perubahan/ membuat penyesuaian-penyesuaian di kelas. Proses-proses tersebut dilakukan secara terus menerus.

Terkait dengan makna diferensiasi di atas sebagai seorang pendidik hendaknya kita mempelajari suatu prinsip karena jika kita mempelajari suatu prinsip maka kita dapat mengembangkan metode pembelajaran kita sendiri.

Ada 5 Keputusan masuk akal dalam pembelajaran berdiferensiasi:

1. Tujuan Pembelajaran di definisikan secara jelas

2. Mengetahui dan merspon kebutuhan belajar murid

3. Assesmen berkelanjutan

4. Lingkungan belajar yang mengundang siswa untuk belajar

5. Manajemen kelas yang efektif

Merancang pembelajaran berdiferensiasi di sekolah di muali dengan mengenali diri sendiri, dan semua potensi yang dimiliki murid baik kekuarangan maupun kelebihannya. Tentunya tak akan semudah membalikkan telapak tangan karena banyak tantangan dan hambatan yang harus dilalui namum memnberikan pelayanan prima dalam pendidikian adalah suatu kewajiban agar kita dapat menjadi penuntun yang menghasilkan generasi penerus yang dapat berkembang sesuai minat, bakat, kodrat, serta zamannya berguna bagi nusa dan bangsa.

Sabtu, 13 Juli 2024

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL.1.2 Nilai-Nilai Dan Peran Guru Penggerak


Saya Derliana CGP Angkatan 11 Kota Pangkalpinang. 
Hampir satu bulan menjalani pendidkan calao guru pengerak angkatan 11 banyak mateei da pengalaman baru yang saya peroleh. 
Sekarang berada pada tahap akhir pembelajaran modul 1.2 di dua pekan kedua dalam pendidkan ini. Kali ini saya kan menulisan refleksi pembelajaran pada modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Pengerak. Masih menggunakan model 4F(Fact, Feeling, Findings, Future)

1. Fact (Peristiwa)

Tanggal 2 Juli 2024. Mulai dari diri dan Eksplorasi Konsep (Mandiri). Pembelajaran mandiri modul 1.2 dimulai. Kita dihadapakan dengan tugas menggali dan mengenali diri dengan membuat trapesiun usia dan menjawab pertanyaan yang tersedia tentang diri kita sendiri.


Tanggal 3 dan 4 Juli 2024. Eksplorasi konsep-Forum diskusi. Materi tentang nilai-nilai dan peran guru pengerak di mulai dengan tujuan mengeksplorasi mengapa dan bagaimana nilai-nilai dan peran seorang guru pengerak mampu menumbuhkan ekosistem sekolah dan ekosistem pendidkan agar berpihak pada murid, lalu modul cara kerja otak : sistem berpikir cepat dan lambat, kebutuhan dasar manusia, tahap tumbuh dan kembang anak (wiraga-wirama), bagaimana manusia merdeka bergerak terkait motivasi intrinsik dan ekstrinsik, diagram gunung es. Yang di dalamnya terdapat pertanyaan pertanyaan yang kita jawab sesuai dengan pemahaman kita lalu kuta juga berkesempatan menanggapi tulisa teman-teman yang ada memberi masukan atau pun lainnya.

Tanggal 5 Juli 2024. Ruang Kolaborasi. Melalui gmeet Saya mendengarkan pemaparan dan penjelasan dari bapak fasilisator (Bapak Edwin Agustin) dan kami pun dibagi menjadi 3 kelompok untuk berdiskusi membahas nilai-nilai guru pengerak yang ada pada diri saya dan teman-teman satu kelompok saya kebetulan saya berada dalam kelompok 3 bersama Ibu Nur Azizah, Ibu Ari Hayati, Ibu Deka, serta Bapak M Septian Utami. Kelompok kami membagi tugas bahwa masing diantara kami menonjolkan satu nilai yang akan di bahas, lalu kami memikirkan rencana kegiatan yang akan kami lakuakan sebagai hasil kolaborasi peran kami masing masing dapatlah suatu ide yang kami beri nama AKBAR KLAS.
Tanggal 8 Juli 2024. Ruang Kolaborasi kedua. Peresentasi hasil tugas kelompok pada Ruang Kolaborasi Pertama. saya mencoba menyimak seluruh peresentasi, dan saya mendapati banyak sekali contoh nilai-nilai dan peran guru pengerak yang telah dilakukan teman-teman. ini menjadi motivasi untuk ikut bergerak bersama mereka.

Tanggal 9 dan 10 Juli 2024. Demontrasi Kontekstual modul 1.2. di dalamnya terdapat tugas yang due datenya tanggal 15 juni 2024. Tugas : Membuat gambaran diri sebagai guru pengerak di masa depan. ini adalah tugas tersulit yang pernah saya buat selama mengikuti kegiatan ini karena membuat narasi solah kita telah lulus menjadi guru pengerak selama tiga tahun, membuat saya berpikir lambat untuk mengambil keputusan apa yang harus saya tuliskan dan tuangkan, mulai dari memikirkan dalam bentuk apa cerita saya akan saya paparkan sampai, memikirkan kegiatan apa saya yang sudah saya lakukan untuk merancang kegiatan yang akan dilakuakan. Ketika membaca kalimat "Bayangkan diri bapak/ ibu sudah LULUS progtram ini" serta merta saya mengucapkan Aamiin.

Tanggal 11 Juli 2024. Due date pengumpulan tugas Ruang Kolaborasi. Tugas ini berupa hasil peresntasi kelompok yang telah direvisi dalam kelompok.

Tanggal 12 Juli 2024. Elaborasi Pemahaman. Diselenggarakan secara Gmeet dengan instruktur bapak Mahmun Zulkifli, S.Pd. M.Si. Beliau seorang instruktur yang baik, menjelaskan dengan terinci walau terkesn cepat karena slide yang banyak dan waktu yang sempit berbenturan dengan sholat asyar. Dari pemaparan beliau saya mendapatkan satu kalimat "Jangan Pernah Lelah " menjadi guru yang baik dengan megoptimalkan nilai-nilai guru pengerak untuk memunculkan bagian kebaikan dari 88%  yang buram tak terlihat pada setiap manusia. dibahas pula sedikit tentang koneksi materi modul 1.1 dengan modul1.2.

Tanggal 13 Juli 2024. Jurnal Refleksi Dwi Mingguan. hari ini adalah due datenya dan saya tengah berusaha merefleksikan setiap peristiwa yang saya alami untuk dituiskan di sini.

Inilah rangkaian peristiwa yang dialami selama dua pekan penekanan materi pada 5 nilai guru pengerak ( berpihak pada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif dan inovatif) yang harus dimiliki dan diterapkan oleh setiap guru pengerak dalam kehidupannya sehari- hari sehingga peran gru pengerak sebagai pemimpin pembelajaran, menjadi coach bagi guru lain, dan sebagainya dapat dirasakan. Tak lupa pola berpikir lambat sangat di perlukan dalam mengelola kebijakan dan mengambil keputusan yang tepat.

2. Feeling (Perasaan)

Setelah melaui rangakaian kegiatan yang padat merayap, membutuhkan konsentrasi tinggi dan pemikiran yang matang, saya merasakan bahwa sangat perlu sekali dan sudah mendesak agar kita kembali menjadi guru yang baik:

1. Seorang guru tidak menimbulkan danpak emosi yang negatif bagi murid-murid. Teramat penting bagi seorang pendidik untuk memperhatikan seetiap situasi dan kondisi dalam pembelajaran, agar peroses pembelajaran di kelas maupun diluar kelas merupakan pendidikan yang selalu berpihak pada murid. 

2. Seorang guru yang selalu haus akan ilmu, tak boleh berpuas diri dengan segala yang sudah ada pada diri, seorang guru harus mampu menajdi contoh dan teladan bagi dirinya dan orang lain, ia harus memuai sesuatu dari dalam dirinya sendiri untuk berubah dan merubah mindset dengan inisiatif yang timbul dari diri pribadi agar ia mampu bergerak dan mengerakkan secara mandiri.

3. Seorang guru yang mampu membaca dan mereviu kembali apa yang sudah dilakukan dan terjadi, menganalisis hasil, tak malu dan segan meminta pendapat rekan-rekan sejawat, ia harus siap menerima setiap masukan dan kritikan, agar ia mampu merefleksikan dirinya untuk menjadi lebih baik di masa depan.

4. Seorang guru yang mau bekerja sama dengan siapa saja demi tercapainya pendidikan terbaik untuk murid, ia harus mampu mengendalikan emosi untuk tidak dominan, ia harus mampu menjadi pendengar yang baik, dan memberikan masukan tanpa memaksakan demi tercapainya kolaborasi yang ideal.

5. Seorang guru harus mampu memanfaat kan benda-benda disekelilingnya untuk inovasi pembelajaran, memafaatkan segala sumberdaya yang ada di lingkungan bukan mencari yang sulit digapai karena tanpa dukungan. akan tetapi mampu menginovasi segala sesuatu menjadi media pembelajaran yang kreatif dan unik.

itulah yang saya rasakan dan saya dapatkan dari peristiwa-peristiwa yang ada.

3. Finding (Pembelajaran)

Setelah mempelajari modul 1.2 ini saya memperoleh pembelajaran untuk lebih mengenali diri sendiri, mengenali kemampuan saya untuk dapat memunculkan, menerapkan, dan melaksanakan nilai-nilai guru pengerak sesuai dengan potensi yang ada dalam diri saya.

Saya mulai memahami hakekat tergerak, bergerak dan menggerkakan yang sebenarnya setelah memperoleh penjelasan dari instruktur dan fasilisator dan melihat rill model rekan-rekan guru CGP.

4. Future (Penerapan)

Untuk masa depan saya meyakinkan diri saya bahwa saya bisa melaksanakan nilai-nilai guru pengerak ini di kehidupan nyata di sekolah tempat saya mengabdi. Saya akan mencoba menerapkan berbagai model pembelajaran dan merancang kegiatan pembelajaran yang berpihak pada murid. Saya akan terus menimba ilmu dengan mengikuti berbagai macam pelatihan yang mendukung saya melaksanakan perbaikan pembelajaran. saya akan mulai merefleksi setiap kegiatan yang telah saya lakuakan, serta ngimbaskannya kepada rekan-rekan guru serta komunitas di praktisi dengan berbagi praktik baik. Taklupa untuk terus berinovasi.


Demikianlah jurnal refleksi ini saya buat semoga bermanfaat

Palembang, 13 Juli 2024
 
Derliana,S.Si

# Tetap semangat salam dan bahagia selalu
#TergerakBergerakMenggerakkan


Senin, 01 Juli 2024

Jalan Taqwa

Jalan itu selalu tampak sepi 
Dalam diam terus lurus dan sunyi
Tak tampak gelap hanya tertutup rimbun pepohonan 
Sang surya berusaha mengintip di celah dedaunan.

Jalan itu masih sunyi
Mendaki penuh onak dan duri
Merayap melangkah tertatih
Merangkak penuh peluh dan lirih.

Tarikan nafas dalam dan berat
Terengah-engah hampir sekarat
Terlihat fatamorgana melenakan,
Menghantam hati menguji iman.

Nampak pula intan berlian
Di ujung jalan landai aduhai
Rapuh jiwa seorang insan
Hampir tergoda raga terurai.

Duhai beratnya jalan penuh rintangan
Peluh darah airmata do'a menpis godaan
Jalan ini akan selalu sunyi sendiri sendirian
Begitulah sunnah yang telah ditetapkan.

Ini sebuah pilihan seorang insan
Yang ingin kembali kepada Tuhan
Dalam derajad keimanan
Dengan meningkatnya ketakwaan.


Minggu, 30 Juni 2024

TUGAS: Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

Oleh : Derliana,S.Si

Saya memandang dan menganggap anak-anak adalah anak-anak seperti anak-anak pada umumnya, dengan tingkah polah yang beragam, dengan kenakalan dan kejahilannya, anak-anak adalah objek yang akan  diberikan ilmu sebagai bekal dan mereka harus menerimanya semapunya dan apa adanya. Namun, karena saya seorang guru matematika saya cenderung memilih dan memilah anak-anak yang mau berpikir cepat, teliti, dan bernalar kritis serta giat berlatih. intinya selama ini saya lebih condong pada siswa yang pintar dan kurang perhatian dengan siswa yang tidak berminat dengan bidang matematika di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah. Sekolah pun memberikan fasilitas kepada saya untuk membina anak-anak spesial ini dengan serius untuk menaikkan nilai dan citra baik sekolah. 
Anak-anak SMK (STM) tempat saya bertugas adalah anak-anak sedang yang berangkat menuju dewasa, masih tersisa sifat kekanak-kanakanya saat awal kelas x, setelah itu mereka ingin sekali diakui dirinya sebagai manusia dewasa dengan pikiran yang belum sepenuhnya dewasa, ego yang tinggi, serta cenderung semaunya, masih ingin diperhatikan tapi malu atau gengsi menunjukkan bahwa mereka butuh bimbingan.

Pendidikan Calon Guru Penggerak, membawa saya bermetamorfosa. modul 1.1 tentang filosofi pemikiran KHD, dimana di dalamnya terdapat pemikiran-pemikiran yang dalam tentang pendidikan, tentang kodrat anak-anak, tentang kemerdekaan diri dan memerdekakan orang lain, tentang budaya dan budi pekerti, semua berpadu, bagaimana sebaiknya sebagai pendidik menyikapi memberikan melayani anak-anak sesuai kodratnya. Menuntun anak-anak kearah kebaikan tanpa mengkotak-kotakkan, memberikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan kodratnya, menebalkan sisi buram yang positif agar mencapai kebahagiaan dan kemerdekaan dalam belajar. Ibaratnya menaman bibit harus kita rawat, disiram, dipupuk dan diperlakukan dengan baik agar menghasilkan tanama yang tumbuh subur baik dan berbunga seprti yang kita inginkan.

Dari membaca modul, mengikuti setiap kegiatan yang telah dijalani dua pekan ini belajar banyak dari pengarahan dan pengalanan, Ibu/Bapak fasilisator, Pengajar Praktik, serta Instruktur, saya mulai menemukan diri, bahwa saya harus memiliki hati yang bersih dan  tulus menerima anak-anak tersebut sesuai dengan kemampuan lahirnya. Tugas saya adalah menebalkan tanpa memaksakan. Saya tahu tak semua anak memiliki kecerdasan numerikal akan tetapi hal ini dapat diasah dan ditebalkan lewat kemampuan dasar yang mereka miliki sejak lahir. Memang saya tidak dapat merubah kecerdasaan bawaan lahir anak namun saya harus dapat mensinkronkan matematika ini dengan kemampuan yang mereka miliki, karena saya percaya Allah menciptakan manusia itu sempurna, saya perlu menempanya perlahan-lahan jangan memaksakan yang dapat membuatnya patah. Saya menjadi guru yang tidak memilih mendidik siswa siswa yang cerdas berbakat saja akan tetapi saya sekarang memilih mendidik semuanya.

Yang ingin saya lakukan di pertemuan kelas yang baru adalah segera memetakan kemapuan anak-anak sehingga saya dapat memberikan ilmu dan bimbingan sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Lebih mencoba mengenal anak-anak dari kultur, budaya dan kebiasaan mereka sehingga pembelajaran yang akan diberikan benar-benar dapat tersampaikan dengan baik dengan dengan persaan senang dan gembira. saya juga akan mencoba membuat games-games dalam pembelajaran operasi bilangan untuk memancing dan membangkitkan semangat belajar matematika, sehingga image matematika sebagai momok menakutkan serta pelajaran untuk orang pintar saja itu dapat hilang.





Minggu, 14 Januari 2024

perempuan tua

Suamiku tercinta
Lihatlah kerut di wajahku
Aku bertahan di tengah badai
Membela dan menatikan dirimu
Peganglah tangan tua yang mulai kasar
Terkepal keriput 
Menanti dirimu menjemput
Perempuan tua mu ini
Telah renta
Lutut kakinya bergetar menahan takut
Mencoba tetap tegar 
Walau semua pasir menimbun tubuh lemahnya
Mencoba tetap setia hingga ajal menjempuinya
Dalam gemetar tetap berjalan di tengah pusaran badai cobaan
Mencoba menggemgam jemari mu
Walau jauh tak tergapai
Permpuan tua ini telah memberikan nyawanya
Demi izah suami yang di cintainya
Suami yang disanjung dan disanyaginya
Salahkah jika ia memnita sedikit saja
Dan berkata bahwa ia telah tak punya apa2
Bahwa ia tinggal menunggu pemakanan saja
Bahwa ia menitipkan amanah anak2nya
Bahwa ia ingin hidup seribu tahun lamanya
Bersama suami yang selalu mendekapnya
Suami yang sellau menindunginya
Memyayaginya hingga maut yang memisahkan mereka
Permpuan iti sudah putus asa
Tapi ia ingin melindungi semua keluarganya
Anak dan orang tuanya 
Kakak dan adik2nya
Tapi ia juga ingin menemani suaminya 
Menjalani pasang suriut hidup dari masa kemasa
Berharap suaminya menolongnya
Mengluarkannya dari pusaran badai
Karena ia masih berada di tengah dan tak dapat menggapai apa apa

Minggu, 24 September 2023

Sampai Akhir Masa

Ku masih di sini
Setia mendampingimu
Dalam susah dan senangmu
Dalam duka dan citamu

Ku masih di sini
Walau waktuku hampir habis
Walau tersisa sedikit saja harapan
Walau air mata terus berurai

Ku masih di sini
Setia hingga akhir hayatku
Walau tertatih langkahku
Terseok-seok menata hatiku

Ku masih di sini
Memejamkan mataku di sampingmu
Berharap jika hilang sudah waktuku
Kau ada di sisi ku

Ku masih di sini
Walau ku ingin menyerah kalah
Walau kakiku gemetar tuk berdiri
Walau tubuhku tak mampu menahan nyeri

Ku masih di sini
Sejenak menarik nafas
Sejenak tersenyum perih
Sejenak mengobati luka ternganga

Ku masih di sini
Walau kau tak pernah perduli
Walau aku hanya seperti upeti
Walau tak di anggap berarti

Ku masih di sini 
Menahan hati
Yang hampir mati
Bersama harapan pada Ilahi

Ku masih di sini
Bertahan karena Ilahi
Bertahan karena janji suci
Bertahan mengiklaskan diri

Walau tak kumiliki dirimu
Ku masih berharap
Saat waktunya ku pergi
Kau ada disisiku
Menemaniku melepaskan nyawaku

Minggu, 15 Januari 2023

Cintaku Di Ujung Pena


Gemuruh badai tak.menghalangi langkahku
Walau lunglai tak berdaya kuseret tubuhku
Karena semangatku dalam pengabdianku
Di ujung pena tergores cintaku
Tak dapat ku sudahi cupup sampai di sini
Karunia Ilahi adalah bakti ini 
Jalan tuk ku bersujud berpasrah diri
Agar ada pertanggung jawabanku nanti
Meski rumus-rumus ini terasa berat
Seberat menyampaikannya seakan tersekat
Menjabarkan tersendat-sendat
Yang menerima menjadi pucat
Ada yang bermembaran pembatas
Ada yang lancar langsung tuntas 
Seperti membaca sebuah utas
Yang dapat menerima pun terbatas
Apa dayaku cintaku di ujung pena
Tinta yang tergores menetes makna
Ada ilmu sedikit di sana
Berharap menjadi bijaksana.

Bingung

Roda kehidupan masih berputar Dalam desingan gir motor yang semakin aus Di persimpangan gundah menerpa tak tahu hendak ke mana Lampu sen men...