Tampilkan postingan dengan label Menulis Bersama PGRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menulis Bersama PGRI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Oktober 2021

Bukuku Jadi


 Alhamdulillah buku perdana selesai dicetak, hanya ucapan syukur kepada Allah SWT yang terpatri di lisan dan hati. Rasanya waw tak dapat digambarkan dengan kata-kata. 

Ya ya ya ya satu langkah selesai, setidaknya untuk target pertama kelar, Subhanallah. Ini tak lepas dari dukungan semua pihak yang mensuport dengan penuh semangat terutama Bu Aam yang rela ditanya bertubi-tubi gak siang gak malam πŸ™πŸ™ dan Bu Kanjeng yang super sabarπŸ˜€ punya murid  ngeyel dan bandel seperti saya πŸ˜… serta Om Jay and the tim yang super duper wah hebat banget. 

Ini benar grup belajar menulis sehinga membuat orang seperti saya yang tak punya mimpi untuk menulis dapat membuat sebuah buku solo sendiri. Terimakasih πŸ™πŸ’• jazakumullah khairan katsiran, hanya Allah yang dapat membalas jasa mu Guru Guru blogger hebat

Buat teman teman grup 19 yang belum selesai bukunya ayo semangat. 


Sabtu, 11 September 2021

Menulis Itu Mudah

                                                 Resume 26

                                                                Menulis Itu Mudah 

            Seiring waktu aku pun mulai terbiasa untuk menulis, walau tidak setiap resume dapatku rangkum dan kuposting dalam blogku, karena ada kendala di mana aku harus memanage waktuku agar dapat menjalankan semua aktifitas dan rutinitas sebelum diriku mengenal dunia tulis menulis. Agak sedikit canggung dan belum dapat menjadwalkan dengan benar kapan dan di mana waktu untuk menulis harus kuletakkan sehingga dapat menjadi salah satu sekala prioritas dalam kehidupanku di masa yang akan datang.

            Menulis itu mudah demikian lah judul pertemuan ke 26 yang menggugah pikiran pembacanya para peserta pelatihan grup menulis bersma OM Jay. Narasumber yang dihadirkan adalah seorang Dosen dari IAIN Tulung Agung yang sudah menulis 26 buku, dan Beliau juga seorang penggiat literasi bernama Dr. Ngainun Naim yang didampingi moderator handal Ibu Maesaroh.

            Menulis itu mudah seakan kata yang menggiurkan. Apa betul menulis itu mudah? Bukankah menulis itu sulit? Tanya  narasumber membuka perbincangan kelas menulis malam ini. Selanjutanya beliau mengatakan “memang selama ini ada kesan menuulis itu sulit, karena sebelum menulis kita itu sudah stres apalagi menulisnya, jadi cara berpikir setting berpikir otak kita itu mengatakan bahwa menulis itu sulit dan itu yang menjadi faktor menyebabkan kita menjadi sulit betul disaat kita akan menulis.”

            Menurut narasumber yang memposting dua blognya yang berisi ratusan artikel, Kunci menulis mudah yaitu:

1.      MINDSET bahwa menulis itu mudah: berpikirlah bahwa menulis itu mudah agar menjadi mudah, jika berpikir menulis itu sulit maka akan menjadi sulit saat menulis. Pesan penting narasumber “mari melakukan penegasan dan apirmasi dalam diri nyatakan bahwa menulis itu mudah”

2.      TEKAD YANG KUAT jangan mudah menyerah, hadapi setiap hambatan yang ada melalui tekat yang kuat kesulitan menulis akan teratasi dengan sendirinya.

3.      MENULIS YANG DIKETAHUI

4.      BANYAK MEMBACA merupakan syarat wajib dalam menulis, apabila tidak rajin membaca maka tidak ada yang bisa ditulis karena membaca itu ibarat menabung yang dikeluarkan saat menulis.

5.      JAM TERBANG semakin sering menulis semakin mudah, tingkatkan jam terbang dengan praktik menulis seperti mengikuti grup menulis ini

6.      SABAR “Seribu langlah itu dimulai dari langkah pertama” satu demi satu langkah kita jalani dengan sabar insyaAllah menulis akan berhasil.

Dari semua kata kunci yang telah diberikan ada satu hal pokok yang sangat penting buat kita renungkan yaitu BERSYUKUR. Narasumber mengingatkan kita agar selalu bersyukur atas anugrah yang telah diberikan Allah kepada kita karena tidak semua orang itu mau dan mampu untuk memulis. Berunglah kita telah diberi ilmu dan kesempatan untuk dapat menuangkan pikiran kita dalam bentuk tulisan.

Jumat, 03 September 2021

Dari mana Ide menulis datang? R20

  

  Pagi yang cerah matahari bersinar lembut, cerah ceria anak-anak masuk sekolah seperti biasa walau pun kondisi belum normal seperti sedikala namun jadilah melihat mereka bersemangat dapat bertemu bangku sekolah sehingga bisa mengerakkan seluruh tubuhnya tidak hanya terkurung di rungan dan tertunduk menatap HP maupun leptonya di rumah.
     Suasana bahagia tadi pagi, seolah meredup seiring waktu meninggi dan tergelincir diselimuti awan yang mulai bertumpu tebal dan menebal, udara hangan pun berangsur bergulir mendingin, senja yang diiringi gerimis bergulir hingga malam air pun takkuasa lagi berada diatas udara menerobos turun membahsahi bumi.
    Entah apa hubungannya dengan pelatihan kedua puluh kali ini suasana duka pun menyelimiti diawal pertemuan narsum yang seharusnya adalah Bapak Imron Rosidi, mendadak bertukar posisi dengan Om Jay, dikarenakan tadi siang beliau mengalami kecelakaan dan mendapatkan jahitan untuk sebagai pertolongan medis luka pada tangan dan cidera pada kakiya. sehingga beliau tidak dapat membersamai kita untuk kuliah malam pertemuan kedua puluh ini.
    Demikian juga yang dialami sang moderator tanggal 22 Agustus 2021, beliau mengalami kecelakan membuatnya harus kembali belajar berjalan akibat dari cidera kaki yang dialami. Sebagai bentuk empati dan rasa peduli marilah kita panjadkan do’a untuk keduanya agar diberikan kekuatan dari Allah SWT, menjalani setiap proses penyembuhan yang akan dilalui.
    Kuliah kali ini Om Jay sebagai narasumber pemngganti, mungkin masih ada diantara kita sebagai peserta pelatihan ini yang belum mengenal sosok Om Jay, seperti saya dua buan yang lalu ketika pertama kali bergabung di grup menulis ini.  Ya Om Jay atau lebih tepatnya Bapak Wijaya Kusumah,S.Pd, M.Pd, terlahir di Ibu kota Negara Republik Indonesia, Jakarta 28 oktober 1972, saat ini beliau sedang menyelesaikan program Doktor (S3) di Universitas Negeri Jakarta. Seorang Guru TIK di SMP Labshcool Jakarta, dengan segudang pengalaman organisasi sejak jaman masih kuliah sampai sekarang, dan khusus unatuk grup penulis ini beliau adalah sang inisiator, pengerak, dan motivator. Moderator cantik menemani kuliah malam ini beliau Ibu Maesaroh.
    Sebagai pembukaan kuliah foto Om Jay di posting sebagai tantangan kepada peserta diberikan waktu 5 menit untuk menulis di dalam grup WA. Banyak peserta yang yang berhasil mengikuti tantangan menulis, semua berusaha menunjukkan apresiasi mereka terhadap Om Jay lewat tulisan, sungguh situasi yang sangat menyenangkan dapat mengukapkan kata-kata untuk Om Jay yang selama hampir dua bulan ini setia dan sabar melatih dan mendampingi peserta dalam menulis. Motivasi yang sangat besar dirasakan dengan kehadiran Om Jay setiap harinya dengan postingan blog dan pancingan gambar untuk menulis.
    Setelah selesai para peserta menjawab tantangan pertama dilanjutkan dengan tantangan kedua yaitu mendengarkan/menonton vidio dari Om Jay lalu mebuat tulisan dari apayng yang didengar dan dilihat dari postingan tersebut. Dari sinilah Om Jay melatih dan mengajak para peserta setiap hari melalui apa yang dilihat dan didengar laludijadikan tulisan dengan kreasi dan kemapuan masing-masing individu setiap peserta yang berbeda dapat menghasilakan banyak sekali kreasi tulisan hanya dari satu masalah saja.
    Tepat sekali kalau materi malam ini adalah kuliah menuis yang sebenarnya, tidak ada teori yang yang disampaikan secara detail namun langsung pada aplikasi pratiknya dilapangan, ide menulis dapat diperoleh dimana saja, baik dari sebuah foto kecil sederhana, maupun vidio, dapat juga dari sebuah audio. Disini yang terpenting kata mau dalam diri kita mengembangkan informasi sekecil apapun dan menuangkannya dalam bentuk tulisan.
    Nasehat penting Om Jay Yang dapat saya rangkum sebagai motifasi penyemangat untuk menulis adalah:
1.      Bergurulah pada setiap orang. “Kita semua adalah Guru, kita harus belajar menjadi guru untuk diri sendiri dan berkumpul dengan orang-orang sholeh dan sholehah” kata Om Jay. Semua yang kita lalui dan kita temukan, orang-orang disekitar kita merupakan guru nyata yang tanpa kita sadari telah menberikan pelajaran bermakna pdaa kita setiap hari.
2.      Berbuat baik jangan dinanti-nanti karena takut mati, jangan di engke-engke takut jadi bangke, jangan dientar-entar takutnya lekas modar. Intinya jangan tunda waktu untuk melakukan kebaikan, muliailah menulis  sebagai sebuah kebutuhan, pekerjaan baik jangan ditunda karena kita cepat lupa tulislah apa yang sedang kamu kerjakan dan kerjakan apa yang sudah kamu lakuakan.
3.      Berkolaborasi dengan teman sejawat dalam membuat buku pelajaran jikalau kita belum merasa mampu membuatnya sendiri.
4.      Teruslah berbagi ilmu dan pengalaman hingga akir hayat.
5.      Tetaplah rendahati tidak sombong, karena Allah membenci orang yang sombong dan membanggakan diri.
6.      Bagilah waktu menjadi tiga bagian : waktu untuk bermimpi (dunia mimpi), waktu didunia nyatam dan waktu di sunia maya.
7.      Perbanyak do’a, diatas langit ada langit jangan berpuas diri, rajin membaca, refresing lah untuk mengatasi writers block.
8.      Manfaatkan apa yang ada.
    Inilah intisari dari materi kuliah malam tanggal 25 Agustus 2021 yang dpat diambil hikmahnya dari seorang Guru Bloger Indonesia Bapak Wijaya Kusumah atau Om Jay. Begitu bersemangat layaknya seorang ayah yang menyemangati putra-putrinya agar dapat mengukir prestasi, dengan segala aral rintang yang dihadapai, beliau adalah sosok apabila di depan jadi panutan, di tengah sebagai teman, dan di belakang menuntun dengan kesabaran. Impian Om Jay ada sejuta guru memiliki blog dan mengelola blognya dengan baik sebagai media pembelajaran. Sampai tulisan ini hampir selesai belum ada judul yang dituliskan untuk resume kali ini.
    Sekarang pulul 17.13 wib tanggal 3 September 2021 udara masih terasa hangat di luar sana, meskipun hari berangsur senja dan mentari pun sudah berada dibelahan barat bumi serumpun sebalai, saatnya merapikan kembali semuanya untuk menyegarkan tubuh yang sudah penat bekerja, membuat rencana relaksasi sederhana diakhir pekan yang akan ku nikmati bersama keluarga.

Selasa, 31 Agustus 2021

Teknik Promosi Buku ala Pak Akbar

 

Resume 19

TEKNIK PROMOSI BUKU

                                              Narasumber : Akbar Zainudin, M.M, MJW.

Mooderator : Bu Kanjeng


 

Gerimis pagi menghantarku kesekolah, terasa sejuk menyentuh kulit menghiang dahaga,

walau tertatih menulis kutakkan meyerah, setidaknya ikhtiar ini menbuat hatiku lega.

 

Ya pagi ini gerimis membasahi bumi sepintu sedulang, mentari pun sembunyi dibalik awan tipis, rintika air yang turun perlahan lembut tapi pasti, menyentuh setiap permukaan tanpa harus menyakiti. Kupunya sedikit waktu luang sebelum masuk ke kelasbuat menebarkan salam dan ilmu, setelah memberskan semua perlengkapan tersisa waktu empat puluh lima menit kedepan, kucoba merangkum materi kuliah ke-19 yang sudah beberapa pekan ini belum sempat kusentuh, bismillah kuharus bisa.

Pemateri pertemuan ke-19 taggal 23 Agustus 2021 ini sangat terkenal dengan bukunya Man Jadda Wajada, beliau adalah Bapak Akbar Zainudin, Pria kelahiran Banyumas 48 tahun lalu ini adalah seorang trainer dan motivator nasional sekaligus penulis spektakuler. Alumni podok esantren Gontor ini tak berhenti menimba ilmu hingga saai ini beliau masih berjuang menyelesaikan S3 nya unuk mendapatkan gelar Doctor Manajemen SDM di Universitas Negeri Jakarta. Beliau didampingi moderator ayng sudah sangat tidak asing bagi kami peserta pelatihan ini bagi ku beliau ini adalah Ibunya para menulis disini, ya beliau adalah Ibu Kanjeng (Sri Sugiastuti).

“Menaklukan ribuan orang belum tentu disebut sebagai pemenang. Tapi mampu mengalahkan diri sendiri itulah yang disebut penakluk gemilang.”-Ibu Kanjeng-

Di awal perjumapaan ini sebagai pembuka Pak Akbar memperkelakan sebuah buku karangannya uang ber judul UKTUB, yang berisi panduan menulis dalam 180 hari, beliau menyarankan agar para peserta mempunayi buku ini dikarenakan ada 150 an alamat penerbit yang bisa dikirimi naskah anggota IKAPI. Dari sini saja saya sudah dapat melihat teknik pomosi yang beliau lakukan dengan mengajak membeli bukunya secara halus tanpa disadari oleh peserta pelatihan.

Sebelum masuk kestrategi pemasaran buku beliau menekankan bahwa sebelum memulai menulis kita haru sudah menargerkan siapa audiaen atau pembaca buku kita apakah anak-anak, remaja, atau pun orang tua, harus ada kalsifikasi yang jelas karena semua itu ada perbedaanya.

Ada empat strategi pemasaran buku yang akan di kupas satu persatu:

1.      Produck (Strategi Produk): menurut Pak Akbar strategi produk ini sebenarnya lebih banyak menjadi tangggung jawab peberbit. Tanggung jawab kita sebagai penulis ditekankan pada memberikan masukan kepada penerbit targat pembaca kita serta apa yang dibutuhkan audien dari buku kita. Jadi konsep buku  ini berdasarkan kebutuhan dan target dari audiens.

2.      Price (Strategi harga): sekali lagi beliau menjelaskan bahwa yang menentukan harga buku juga menjadi tanggung jawab penerbit. Ada dua strategi untuk mentukan harga buku yaitu Pertama : harga buku secara umum, dan Kedua: buku dijual dengan harga premium (lebih mahal dibandingkan buku biasa). Harga buku bisa dijual lebih mahal jika mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan buku-buku yang lain. Misalnya hard cover, ditambah bonus-bonus (voucher seminar, workshop, dan lain-lain).

3.      Strategi Distribusi : Pak Akbar menjelaskan distribusi secara umum dibagi menjadi dua bagian yaitu distribusi tradisional dan distribusi non tradisional. Distribusi tradisional adalah melalui toko-toko buku, baik toko-toko buku jaringan nasional maupun toko buku lokal.

Sedangkan distribusi non tradisional, di antaranya adalah:

1. Melalui MLM (Multilevel Marketing)

2. Melalui Penjualan Langsung

3. Melalui Marketplace/e-Commerce (Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dll).

4.      Strategi Promosi : panjang sekali penjelasan Pak akbar tentang strategi promosi, pak akbar menjelaskan bahwa program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Lalu Beliau memberikan beberapa program promosi yang bisa dilakukan yaitu:

Pertama: Launching buku merupakan program untuk meluncurkan buku baru. Dapat dilakuan  di mana saja  boleh siaula, masjid, lembaga pendidikan, hotel dan sebagainya. Siapa pula yang harus mengadakannya dan membiayainya ? yang harus melakukan promosi launcing buku boleh jadi penerbit dan juga penulis. Yang terbaik adalah kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku.

Kedua : Bedah Buku. Bedah buku merupakan acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini dapat dilaksanakan secara online maupun offline. Offline (bertatap muka langsung) maksudnya kita menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga (Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya). Dapat dilakukan di semua tempat dalam situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital, bedah buku secara online lebih bermanfaat. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi direkam lalu diupload di Medsos acara kita. Mudah-mudahan semua ituInsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita.

 

Ketiga: Membuat seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Kalau saya bukunya motivasi dan menulis. Maka saya secara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis. Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis. Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.

Keempat: Membangun komunitas. Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa.

Kelima: Membuat jaringan reseller. Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.

Keenam: Gunakan marketplace. Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita.  Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada di marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.

Ketujuh: Memanfaatkan media sosial (Medsos) untuk promosi buku. Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis.

 

Sebagai penutup materi kuliah malam tanggal 23 agustus 2021 Pak Akbar memberikan catatan penutup yang intinya sebagia penulis kita harus memiliki beberapa keterampilan yang membantu proses penjualan buku seperti keterampilan berbicara yang baik di depan umum, keterampilan membuat kata-kata yang menarik untuk promoso dan penjualan, dan yang terakhir adalah kemapuan memanfaatkan teknologi informasi, karena kita sedang hidup pada era ini maka jikalau kita mampu memanfaatkan semuanyanya hidup akan lebih mudah dan baik.

Strategi pemasaran yang bukan hanya bisa beliau sampaikan namun sudah beliau terapkan pada kehidupanya. Ya sebaik baik orang adalah orang yang menyampaikan ilmu dan telah menerapkannya, jadi bukan omong kosong belaka, serta hanya jadi sekedar perintah tanpa sadar bahwa diri sendiri tidak/belum melaksanakannya.

Waktu terus bergulir tanpa terasa dari tadi pagi hingga malam ini, banyak sekali tragedi yang dapat diceritakan namun bukan disini, menatap monitor dalam sepi mengayunkan jemari seolah membuat sebait puisi yang tertumpah dari hati, ada emosi disini, ada sesuatu yang rasanya  kurang dari dalam diri, entah itu merasa belum siap atau tak mapu menerapkan ilmu pemasaran tingkat tinggi yang diperoleh, jadi disini hanya berbagi saja karena belum bisa menerpakan sebagai aplikasi nyata di kehidupan sebenarnya.

Sabtu, 28 Agustus 2021

LANGKAH MENYUSUN BUKU SECARA SISTEMATIS

 

Resume 18

LANGKAH MENYUSUN BUKU SECARA SISTEMATIS

Narasumber : Yulius Roma Patendean,S.Pd

Mooderator : Bu Kanjeng



Entah apa yang ingin kutulis tak ada ide sedikit pun yang terlntas dipikiran, hanya menjalankan kewajiban yang sudah kadung dilakoni beberapa bulan ini tinggal beberapa langkah lagi mendekati finis sayang rasanya kalau harus di tinggalkan, walaupun sebenarnya sangatlah berat karena ini bukan lah hal biasa namun sesuatu yang sangat luar biasa yang pernah kulakukan seumur hidupku dan mungkin ini hadiah terindah ditahun penuh rintangan dan masalah andaikan kumpulan resume ini dapat menjadi sebuah buku.

Aku hampir lupa apakah aku mengikuti pertemuan kedelapan belas ini atau tidak, aku pun lupa apakah aku mengisi daftar hadir atau tidak, namun chat wa yang selalu kuteruskan ke dalam grup khusus menyimpan data menunjukkan aku meneruskan chat tersebut sesuai waktu kejadian pelatihan berlangsung, mungkin aku hanya meneruskan saja tanpa memperhatikan isi dan materi kegiatan yang berlangsung. Aku takkan mungkin menyalahkan kondisi atau keadaan namun ini terjadi murni karena kesalahan dan ketidaksiapan pribadi menghadapi pelatihan yang memang diluar batas kemapuan.

Sekarang kucoba merunut setiap kejadian dan mengambil garis besar dari kuliah jum’at malam tanggal 20 Agustus 2021. Moderator pemimpin acara malam ini seseorang yang sangat familiar dengan passionnya beliau adalah Ibu Kanjeng. Narasumber yang dihadirkan adalah Guru muda berbakat kelahiran Tana Toraja bernama Yulius Roma Patendean,S.Pd akrab disapa bung Roma, Beliau sedang bertugas sebagai PNS di SMAN 5 Tana Toraja, sekarang juga aktif sebagai youtuber sekaligus penulis.

Materi malam ini Bung Roma berbagi bagaimana cara Menyusun Buku Secara Sistematis, disini beliau menjelaskan cara membuat judul, bab, subjudul, daftar isi, daftar kutipan, indeks secara otomatis dengan mengunakan microshoft word yang belilau jelaskan melaui akun youtubenya:

1. https://youtu.be/jXPr59aWJSc

2. https://youtu.be/eePQwyHAcjw

3. https://youtu.be/mS8bfNZT-rA

Isi dari link youtube yang pertama adalah bagaimana cara merapikan  judul, bab, sub judul secara otomatis dengan menggunakan microsoft word langkah langkahya dapar di buat garis besar seperti dibawah ini:

1.      Langkah pertama : siapkan terlebih dahulu judul-judul yang diperluan dalam penulisan buku secara urut seperti gambar dibawah

2.      Langkah kedua: Klik Page layout pilih size kertas ukuran A5

3.      Langkah ketiga: blok KATA PENGANTAR lalu klik home pilih heading 1

4.      Langkah ketiga: blok DAFTAR ISI lalu pilih heading 1

5.    Langkah keempat: pilih BAB 1 klik heading 1, kemudian blok Sub Bab 1 klik heading 2, blok bagian dari Sub Bab pilih heading 3, demikian seterusnya hinga selesai semua BAB yang ada pada buku yang ingin kita buat. Ingat untuk Judul setiap bab pilih heading 1 sedankan untuk sub bab pilih heading 2 serta bagian dari sub bab gunakan heading 3.

6.    Langkah kelima: blok judul-judul lainya yang ada dalam naskah yang kita buat seperti INDEKS, DAFTAR PUSTAKA, TENTANG PENULIS dan pilih heading 1

7.      Langkah ke tujuh: Setelah ke enam langkah kita lalui jangan lupa mengembalikan posisi judul dan subjudul ke posisi semula serta jangan lupa merubah kembali warnanya menjadi hitam.

8.      Langkah kedelapan: kembali kehalaman DAFTAR ISI,  letakkan kursor dibawah tulisan daftar isi lalu pilih references dan pilih table of contens, disini Bung Roma lebih menyarankan untu melilih table of contents yang kedua. Jadilah hasil seperti dibawah ini.


Link youtube yang kedua berisi penjelasan detail mengenai cara merapikan daftar isi, indeks, dan daftar pustaka secara otomatis. Untuk merapikan daftar isi dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1.      Langkah pertama: Sebelum merapikan daftar isi kita rapikan dulu penomoran halaman. Pilih Page Number lalu pilih plain number berapa yang kita inginkan, setelah itu klik format ubah dari angka ke dalam huruf.

2.      Langkah kedua: Untuk membuat halaman bagian isi berbeda penomorannya dengan bagian daftar isi dan yang diatasnya maka lyang perlu dilakukan adalah letakkan kursor didepan judul BAB 1 klik page layout pilih Beraks setelah itu pilih section beraks pilih next page. Selanjutnya klik dua kali footer pilih page number keudian pilih format page ubah start at 1.

3.      Langkah ketiga: ketika kita ingin menamabah bab maupun sub bab, tambahkan saja Bab san sub bab yang kita inginkan lalu blok judul bab baru klik heading 1 dan untuk sub bab klik heading 2. Selanjutnya kembali kehalaman daftar isi klik upgrate table lalu pilih update entrie table.

Bagian berikutnya yang juga merupakan isi dari yautube kedua yaitu membuat daftar pustaka otomatis, langkah-kangkah yang diperlukan untuk membuat DATAR PUSTAKA OTOMATIS adalah sebagai berikut:

1.      Langkah Pertama: letakkan kursor di samping kutipan yang kita buat lalu klik references, setelah itu kita pilih style boleh pilih APA Fifth Edition.

 


 

 

2.      Langkah Kedua : Setelah memilih Style Klik Manage Sources, klik new, ini dikarenakan kita baru pertama kali membuat daftar kutipan. Selanjutnya setelah klik New muncullah tampilan seperti dibawah dan pilih Book untuk Type of Source. 



     Isi Author dengan nama penulis buku yang kita kutip, Title di isi dengan judul bukunya, Year diisi dengan tahun terbit buku, City derah tempat buku dicetak, dan Publiser adalah nama penerbit buku yang kita kutip. Jika semua sudh diisi maka klik ok dan klik close.


3.      Langkah ketiga : letakkan kembali kursor ke samping kutipan yang kita buat lalu klik Insert Citation maka akan muncul nama pemilik kutipan tersebut.



4.      Langkah Keempat : masuk kebagian halaman DAFTAR PUSTAKA letakkan kursor dibawah dengan menekan enter lalu klik kembali References, klik Bibliografy pilih yang kedua, klik saja akan mucul secara otomatis bagian dari daftar pustaka tanpa kita harum mengentrinya satu-satu.

Hal ini juga dapat dilakukan untuk kutipan yang berasal dari internet situs/web hanya saja ada perbedaan sedikit dalam memilih menu Type of Source pilihlah Web Site, begitu juga untuk kutipan dari jurnal pilih menu Type of Source dalam reference bagian manage sources pilih Journal Article. Cukup mudah untuk dilakukan dan mempermudah kita dalam menyusun serta merapikan tulisan.

Sekali lagi saya minta maaf karena resum ini belum mampu menjelaskan isi pokok dari keseluruhan mata kuliah malam tanggal 20 Agustus 2021 langkah-langkah penyusunan naskah sistematis ala Yulius Roma Patandean karena masih ada link youtube ketiga  belum dibuka serta masalah indeks pada link youtube kedua yang belum sempat dituliskan. Kata kata pamungkas dari Bung Roma malam ini adalah CLBK maksudnya Coba Lakuan Biasakan dan Konsisten.

 

 

Pangkalpinang.

 

Derliana S.Si

 


Selasa, 24 Agustus 2021

KONSEP BUKU NON FIKSI (RESUME 17)

 

Resume 17

KONSEP BUKU NON FIKSI

Narasumber : Musiin,M.Pd.

Mooderator : Mr.Bams


Kelas menulis kita malam ini kembali menampilkan Mr.Bams sebagai moderator dan Ibu Musiin,M.Pd sebagai narasumber. Ibu Musiin  atau biasa dipanggil Bu Iin memiliki hobi membaca buku, menulis, travelling  dan memasak. Ibu Iin lahir di kota Tahu Takwa Kediri adalah seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarakan Kediri sejak tahun 1998.

Mr. Bams memulai acara dengan mengucapakan salam:

“Assalamualaikum w.w. Salam sejahtera untuk kita semua. Salam Literasi”

Mr Bams mengatakan:

“Seijin Omjay, ijinkan saya Mr. Bams memulai kegiatan kelas malam ini.”

Kembali kuliah malam ini dilakukan masih dalam suasana istirahat total dan mungkin ada yang sedang isoman. Mr.Bams pun mengajak seluaruh peserta mendo’akan guru bloger kita OmJay  masih belum pulih kesehatannya agar diberikan kesembuhan. Teriring do’a untuk seluruh peserta dan bangsa ini agar segera bisa pulih dan bangit untuk membangun negeri.

Sebelum memberikan materi kuliah malam ini Ibu Iin memberikan intermezo berupa semangat dan pencerahan dari pengalaman pribadi beliau bahwa beliau telah berhasil mengalahkan ketakutan dari dirinya sendiri. Ketakutan yang dapat merendahkan potensi dirinya untuk menulis. Bu Iin mengatakan

            “Ketakutan  yang saya rasakan ketika menulis buku adalah sebagai berikut:

1.         Takut tidak ada yang membaca.

2.         Takut salah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.

3.         Merasa karya orang lain lebih bagus.

Ketakutan itu yang sering kali membuat saya konyol dengan hanya duduk berjam-jam di depan laptop, namun tidak menulis apapun.”

            Panjang sekali cerita Ibu Iin tentang awal menulis, beliau mengatakan menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa, menulis dianggap paling sulit. Menulis tidaklah semudah berbicara, sebelum mulai menulis kita harus mempunyai alasan mengapa harus menulis? Alasan apa yang membuat kita ingin  menjadi penulis harus benar-benar kita pikirkan secara seksama dan tepat sehingga muncul atau timbul tekat yang kuat untuk menjadi penulis.

            Awal dari materi kuliah malam ini adalah membahas buku nonfiksi. Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:

1.  Pola Hierarkis : Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit, Contoh: Buku Pelajaran

2.  Pola Prosedural : Buku disusun berdasarkan urutan proses. Contoh: Buku Panduan

3.  Pola Klaster : Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara.

            Selanjutnya  Bu Iin menlanjutkan materi tentang proses penulisan buku yang beliau bagi dalam 5 langkah yakni

1.      Pratulis :

Masuk dalam bagian tahapan pratulis antara lain: menentukan tema, menemukan ide, merencanakan jenis tulisan, mengumpulkan bahan tulisan, bertukar pikiran, meyusun daftar, meriset,membuat mind mapping, menyusun kerangka.

2.      Menulis Draf

Dalam menulis draf yang perlu diakukan antara lain: menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas dan perlu di tekankan agar tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan.

3.      Merevisi Draf

Untuk meevisi draf yang perlu diakukan antara lain: merevisi sistematika / strutur tulisan serta memeriksa gambaran besar naskah

4.      Menyunting Naskah

Pada tahapan ini perlu sekali ketelitian dalam memerikasa ejaan, tata bahasa, diksi, data/fakta, legalitas dan norma yang ada dalam naskah.

5.      Menerbitkan

Ini adalah langkah terakhir proses menerbitkan buku.

           

            Banyak sekali hambatan yang muncul ketika kita ingin menulis Bu Iin menberikan contoh hambatan-hambatan yang acapkali datang menyerang penulis antara lain: hambatan waktu, hilangnya daya kreativitas, gangguan teknis, hilang fokus atau tujuan, sampai pada gangguan psikologis. Cara mengatasi hambatan / gangguan tersebut adaah dengan  cara refresing, mencari insfirasi keberbagai tempat dapat juga silaturahmi kelingkungan sekitar, melakukan sesuatu yang menyenangkan, berkunjung ke perpustakaan untuk membaca berbagai reverensi dan sebagainnya.

            Pelajaran yang sangat berharga diperoleh malam ini dari pemaparan tentang konsep buku nonfiksi. Yang dapat saya ambil adalah mari lakukan segera apabila ada ide yang terlintas di kepala dengan menuangkannya dalam bentuk tulisan sehingga ide-ide yang gentayangan di pikiran dapat menjadi sebuah karya yang bermakna, sangat disayangkan apabila sudah memiliki gagasan atau ide namun tidak sempat menjadi sesuatu hingga ide tersebut hilang seiring waktu dan kita mengalami kejenuhan.

           

Buah pare pahit rasanya,

Namun tak sepahit sambilotoh,

Meskipun sulit menuangkannya,

Tidaklah serumit menjadi contoh.

 

Pangkalpinang

Derliana,S.Si

Bingung

Roda kehidupan masih berputar Dalam desingan gir motor yang semakin aus Di persimpangan gundah menerpa tak tahu hendak ke mana Lampu sen men...