Minggu, 30 Juni 2024

TUGAS: Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1

Oleh : Derliana,S.Si

Saya memandang dan menganggap anak-anak adalah anak-anak seperti anak-anak pada umumnya, dengan tingkah polah yang beragam, dengan kenakalan dan kejahilannya, anak-anak adalah objek yang akan  diberikan ilmu sebagai bekal dan mereka harus menerimanya semapunya dan apa adanya. Namun, karena saya seorang guru matematika saya cenderung memilih dan memilah anak-anak yang mau berpikir cepat, teliti, dan bernalar kritis serta giat berlatih. intinya selama ini saya lebih condong pada siswa yang pintar dan kurang perhatian dengan siswa yang tidak berminat dengan bidang matematika di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah. Sekolah pun memberikan fasilitas kepada saya untuk membina anak-anak spesial ini dengan serius untuk menaikkan nilai dan citra baik sekolah. 
Anak-anak SMK (STM) tempat saya bertugas adalah anak-anak sedang yang berangkat menuju dewasa, masih tersisa sifat kekanak-kanakanya saat awal kelas x, setelah itu mereka ingin sekali diakui dirinya sebagai manusia dewasa dengan pikiran yang belum sepenuhnya dewasa, ego yang tinggi, serta cenderung semaunya, masih ingin diperhatikan tapi malu atau gengsi menunjukkan bahwa mereka butuh bimbingan.

Pendidikan Calon Guru Penggerak, membawa saya bermetamorfosa. modul 1.1 tentang filosofi pemikiran KHD, dimana di dalamnya terdapat pemikiran-pemikiran yang dalam tentang pendidikan, tentang kodrat anak-anak, tentang kemerdekaan diri dan memerdekakan orang lain, tentang budaya dan budi pekerti, semua berpadu, bagaimana sebaiknya sebagai pendidik menyikapi memberikan melayani anak-anak sesuai kodratnya. Menuntun anak-anak kearah kebaikan tanpa mengkotak-kotakkan, memberikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan kodratnya, menebalkan sisi buram yang positif agar mencapai kebahagiaan dan kemerdekaan dalam belajar. Ibaratnya menaman bibit harus kita rawat, disiram, dipupuk dan diperlakukan dengan baik agar menghasilkan tanama yang tumbuh subur baik dan berbunga seprti yang kita inginkan.

Dari membaca modul, mengikuti setiap kegiatan yang telah dijalani dua pekan ini belajar banyak dari pengarahan dan pengalanan, Ibu/Bapak fasilisator, Pengajar Praktik, serta Instruktur, saya mulai menemukan diri, bahwa saya harus memiliki hati yang bersih dan  tulus menerima anak-anak tersebut sesuai dengan kemampuan lahirnya. Tugas saya adalah menebalkan tanpa memaksakan. Saya tahu tak semua anak memiliki kecerdasan numerikal akan tetapi hal ini dapat diasah dan ditebalkan lewat kemampuan dasar yang mereka miliki sejak lahir. Memang saya tidak dapat merubah kecerdasaan bawaan lahir anak namun saya harus dapat mensinkronkan matematika ini dengan kemampuan yang mereka miliki, karena saya percaya Allah menciptakan manusia itu sempurna, saya perlu menempanya perlahan-lahan jangan memaksakan yang dapat membuatnya patah. Saya menjadi guru yang tidak memilih mendidik siswa siswa yang cerdas berbakat saja akan tetapi saya sekarang memilih mendidik semuanya.

Yang ingin saya lakukan di pertemuan kelas yang baru adalah segera memetakan kemapuan anak-anak sehingga saya dapat memberikan ilmu dan bimbingan sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Lebih mencoba mengenal anak-anak dari kultur, budaya dan kebiasaan mereka sehingga pembelajaran yang akan diberikan benar-benar dapat tersampaikan dengan baik dengan dengan persaan senang dan gembira. saya juga akan mencoba membuat games-games dalam pembelajaran operasi bilangan untuk memancing dan membangkitkan semangat belajar matematika, sehingga image matematika sebagai momok menakutkan serta pelajaran untuk orang pintar saja itu dapat hilang.





Minggu, 14 Januari 2024

perempuan tua

Suamiku tercinta
Lihatlah kerut di wajahku
Aku bertahan di tengah badai
Membela dan menatikan dirimu
Peganglah tangan tua yang mulai kasar
Terkepal keriput 
Menanti dirimu menjemput
Perempuan tua mu ini
Telah renta
Lutut kakinya bergetar menahan takut
Mencoba tetap tegar 
Walau semua pasir menimbun tubuh lemahnya
Mencoba tetap setia hingga ajal menjempuinya
Dalam gemetar tetap berjalan di tengah pusaran badai cobaan
Mencoba menggemgam jemari mu
Walau jauh tak tergapai
Permpuan tua ini telah memberikan nyawanya
Demi izah suami yang di cintainya
Suami yang disanjung dan disanyaginya
Salahkah jika ia memnita sedikit saja
Dan berkata bahwa ia telah tak punya apa2
Bahwa ia tinggal menunggu pemakanan saja
Bahwa ia menitipkan amanah anak2nya
Bahwa ia ingin hidup seribu tahun lamanya
Bersama suami yang selalu mendekapnya
Suami yang sellau menindunginya
Memyayaginya hingga maut yang memisahkan mereka
Permpuan iti sudah putus asa
Tapi ia ingin melindungi semua keluarganya
Anak dan orang tuanya 
Kakak dan adik2nya
Tapi ia juga ingin menemani suaminya 
Menjalani pasang suriut hidup dari masa kemasa
Berharap suaminya menolongnya
Mengluarkannya dari pusaran badai
Karena ia masih berada di tengah dan tak dapat menggapai apa apa

Minggu, 24 September 2023

Sampai Akhir Masa

Ku masih di sini
Setia mendampingimu
Dalam susah dan senangmu
Dalam duka dan citamu

Ku masih di sini
Walau waktuku hampir habis
Walau tersisa sedikit saja harapan
Walau air mata terus berurai

Ku masih di sini
Setia hingga akhir hayatku
Walau tertatih langkahku
Terseok-seok menata hatiku

Ku masih di sini
Memejamkan mataku di sampingmu
Berharap jika hilang sudah waktuku
Kau ada di sisi ku

Ku masih di sini
Walau ku ingin menyerah kalah
Walau kakiku gemetar tuk berdiri
Walau tubuhku tak mampu menahan nyeri

Ku masih di sini
Sejenak menarik nafas
Sejenak tersenyum perih
Sejenak mengobati luka ternganga

Ku masih di sini
Walau kau tak pernah perduli
Walau aku hanya seperti upeti
Walau tak di anggap berarti

Ku masih di sini 
Menahan hati
Yang hampir mati
Bersama harapan pada Ilahi

Ku masih di sini
Bertahan karena Ilahi
Bertahan karena janji suci
Bertahan mengiklaskan diri

Walau tak kumiliki dirimu
Ku masih berharap
Saat waktunya ku pergi
Kau ada disisiku
Menemaniku melepaskan nyawaku

Minggu, 15 Januari 2023

Cintaku Di Ujung Pena


Gemuruh badai tak.menghalangi langkahku
Walau lunglai tak berdaya kuseret tubuhku
Karena semangatku dalam pengabdianku
Di ujung pena tergores cintaku
Tak dapat ku sudahi cupup sampai di sini
Karunia Ilahi adalah bakti ini 
Jalan tuk ku bersujud berpasrah diri
Agar ada pertanggung jawabanku nanti
Meski rumus-rumus ini terasa berat
Seberat menyampaikannya seakan tersekat
Menjabarkan tersendat-sendat
Yang menerima menjadi pucat
Ada yang bermembaran pembatas
Ada yang lancar langsung tuntas 
Seperti membaca sebuah utas
Yang dapat menerima pun terbatas
Apa dayaku cintaku di ujung pena
Tinta yang tergores menetes makna
Ada ilmu sedikit di sana
Berharap menjadi bijaksana.

Jumat, 28 Januari 2022

mencoba merajut benang-benang rapuh

Anak-anak stm, ya mereka anak anak stm jurusan bisnis sepeda motor, kelas xi dan aku wali kelas mereka.
Corona yang melanda membuat PTM sulit di lakukan membuat ku sulit juga mengenali pribadi mereka satu persatu.
Hari ini setelah satu setengah tahun membersamai mereka ku mencoba membawa mereka ke arah pencerahan rohani, ini sulit sekali hanya beberapa orang saja yang mau hadir untuk berbenah diri.
Mencoba membuka alur jalan baru arah untuk mendapatkan petunjuk kehidupan, bahwa pendidikan itu takhanya sekedar materi pelajaran atau sekedar nilai namun hakikatnya lebih jauh yaitu adab dan akhlak yang lebih utama dari semuanya.
Di mana akan di dapati perbaikan tersebut kalau buka dari pendekatan diri dan hati pada sang pencipta.
Arogansi dunia ini membutakan, anak anak tercebur dalam dunianya tanpa dapat dikontrol oleh orang tuanya lagi, begitu besar peran media menghancurkan generasi, begitu berhadapaan langsung seolah takmampu untuk mengontrol diri, sehingga terlihat jelas bahwa kontrol emosi dan sosial anak anak jauh dari akhlak mulia jauh dari adab-adab dan tatakrama..

Jumat, 07 Januari 2022

Lauk Daun

 Pasti bingung kok judulnya lauk daun πŸ˜…, ini cerita jauh sebelum korona melanda, saat masih nguliah ups kuliah ala mahasiswa sok sibuk yang suka bergadang berhari-hari bahkan berbulan-bulan.

Waktu tubuh membutuhkan jatahnya istirahat malah gak diberikan bahkan cenderung di acuhkan. Waktu tidur hanya 15-60 menit saja sehari πŸ€” sempet mikir juga sih apa yang kulakukan dulu ya...nilai ipk gak gede juga, belajar dah segitunya, tidur di tumpukan buku πŸ˜… pas ujian bingung ini soal sudah di kerjakan tapi kok gak bisa dituliskan ya, gak konsen karena kurang tidur πŸ˜‡

Yah balas dendam begitu selesai ujian semester this is time for sleep 🀣🀣🀣 tujuh hari tujuh malam tidur, bangunnya kalau azan sholat, pipis/bab ke wc, laper makanπŸ˜‚ ya nikmati waktu lauk daun ala molor rebahan sampai badan kesemutan πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Kosongkan pikiran, yang dirasa hanya nikmatnya tubuh menyentuh kasur, rasanya enak sekali guling guling guling mata terpejam walau aroma badan penuh keringat nikmati saja πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Di paksakan keluar juga, ini pelupuk mata masih mau terpejam, pindah dari kasur kesofa depan tv tidur lagi, serasa hari di dunia ini tak berganti malam terus, ya ya ya nikmat Allah mana lagi yang kita dustakan πŸ™‚ nyaringnya omelan emak yang gak berhenti-henti menyuruh bangun dan bergerak tapi tetap saja terdengar seperti nyanyian nina bobo yang indah πŸ€—

Sampai datang batas liburan berakhir, berakhir juga rutinitas putri tidur seolah terkena sihir dan kilatan petir⚡⚡⚡🌞 bangun dan kuliah lagi, belajar lagi, insom lagi, sampai jumpa tempat tidurku 6 bulan kemudian πŸŒ“πŸ˜€☺πŸ˜‰

Minggu, 02 Januari 2022

Makanan

Seiring majunya teknologi sehingga informasi pun datang silih berganti, termasuk tentang makanan. Gelegar membahana makanan di posting menggugah selera bagi penikmat dan pencinta kuliner seantero negeri.

Nah masalahnya rasa kepo dan ingin tahu masyarakat yang nota bene mayoritas muslim ini begitu besar. Gak tahu apakah ini murni untuk memenuhi keinginan kampung tengah ataukah hanya ingin galmor agar gak terlihat kampungan apabila sudah pernah mencicipi makanan kekinian bahkan makanan ala jepang korea barat dsb yang gak jelas halal haramnya semuanya dihantam.

Baru baru ini heboh di salah satu resto, pasalnya itu jamur permentasi di campur sake/mirin otomatis jadi gak halal. Mirisnya banyak pengunjung justru umat islam dan gak tahu apa yang mereka makan. Apakah restoran ini salah atau pengunjungnya yang salah? Sebagai nitizen pembaca yang mencoba menyimpulkan sendiri dengan asumsi sendiri πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… saya tidak dapat menyalahkan restoran. why? Ini karena semua orang bebas berjualan di sini, yang jadi masalah adalah konsumennya sudah tahu ini restoran bukan milik muslim entah itu korea/jepang itu kok mau-maunya makan di situ πŸ˜… mendingan masuk restoran padang pecel lele, warung tegal, atau warung pecel punya muslim jadi jelas apa yang di makan.
Rasa kepo kita ini kebangetan belum mencoba belum sah gitu, sedikit sekali restoran yang perduli masalah apa yang di makan pengunjungnya, karena restoran pada umumnya berderet- deret tergantung kita mau pilih makan di mana. Ya kira kira sajalah kalau gak yakin apa yang bakal kita makan itu halal ya tinggalkan jangan datangi, gak usah glagapan mengikuti tren, ku rasa pisang goreng buatan emak di rumah lebih enak dan halal dari pada pisang goreng berlapis coklat dan keju yang sudah dibubuhi rum, dan bahan lain yang gak jelas halal dan haramnya.

Yok tinggalkan syubhat, mari intropeksi diri, kita lah yang memilih dan menentukan, mereka hanya menyajikan. Masih banyak pilihan tempat makan yang jelas halal, mengapa harus memilih makan di lokasi syubhat mendekati haram. Janganlah kita jadi manusia rakus sehingga halal haram hantam demi nafsu dunia yang berpusat di kampung tengah. πŸ˜‡ wallahualam

Buat yang gak sependapat harap maklumi saja ya, opini kita kan berbeda-beda, dari sudut pandang mana kita menilai dan menelaah sesuatu πŸ™πŸ» 

Bingung

Roda kehidupan masih berputar Dalam desingan gir motor yang semakin aus Di persimpangan gundah menerpa tak tahu hendak ke mana Lampu sen men...